Design & Creative Thinking
DESIGN AND CREATIVE THINKING
Daftar Isi :
Halo Sobat WMB!
Creative thinking dan Design Thinking merupakan istilah yang sudah tidak asing bagi masyarakat umum, khususnya banyak disinggung dalam dunia kerja. Meskipun pengertian atau definisi dari istilah tersebut masih harus dibutuhkan lebih banyak lagi, hal ini bukan tanpa alasan untuk bisa memahami dengan benar apa itu pola pikir kreatif dan segala yang ada di dalamnya.
Pada umumnya banyak orang beranggapan jika pemikiran kreatif merupakan kemampuan yang diperlukan di bidang pekerja seni. Seperti menggambar, melukis, aktor dan yang lainnya meskipun anggapan ini sama sekali tidak tepat. Karena berpikir kreatif pada dasarnya membutuhkan semua individu, tak hanya di dunia kerja tetapi juga sekolah dalam mendapatkan hasil maksimal.
Apa itu Design Thinking?
Design Thinking adalah proses berulang dimana kita berusaha memahami pengguna, menantang asumsi, dan mendefinisikan kembali masalah dalam upaya mengidentifikasi strategi dan solusi alternatif yang mungkin tidak langsung terlihat dengan tingkat awal pemahaman kita. Pada saat yang sama, Design Thinking menyediakan pendekatan berbasis solusi untuk menyelesaikan masalah. Ini adalah cara berpikir dan bekerja serta kumpulan metode langsung.
Design Thinking berputar di sekitar minat yang mendalam dalam mengembangkan pemahaman dari orang-orang yang menjadi tujuan perancangan produk atau layanan. Hal ini membantu kita mengamati dan mengembangkan empati dengan target pengguna. Design Thinking membantu kita dalam proses bertanya: mempertanyakan masalah, mempertanyakan asumsi, dan mempertanyakan keterkaitannya.
Design Thinking sangat berguna dalam mengatasi masalah-masalah yang tidak jelas atau tidak dikenal, dengan melakukan reframing masalah dengan cara-cara yang berpusat pada manusia, menciptakan banyak ide dalam brainstorming, dan mengadopsi pendekatan langsung dalam pembuatan prototype dan testing. Design Thinking juga melibatkan eksperimen yang sedang berjalan: membuat sketsa, membuat prototype, testing, dan mencoba berbagai konsep dan ide.
Tahapan dan Proses dalam Design Thinking
Design thinking memiliki 5 tahapan berpikir yang telah cukup populer dan diketahui oleh banyak orang. 5 Tahapan ini diinisiasi oleh Hasso-Plattner Institute of Design at Stanford. d.school merupakan universitas pelopor yang mengajarkan design thinking. Menurut d.school, 5 tahapan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Empathis
Tahap pertama dari proses Design Thinking adalah untuk mendapatkan pemahaman empatik tentang masalah yang dicoba untuk diselesaikan. Ini melibatkan para ahli konsultasi untuk mencari tahu lebih banyak tentang bidang yang menjadi perhatian melalui pengamatan, keterlibatan, dan empati dengan orang-orang untuk memahami pengalaman dan motivasi mereka sehingga memperoleh pemahaman pribadi yang lebih jelas tentang masalah yang terlibat. Empati sangat penting untuk proses desain yang berpusat pada manusia seperti Design Thinking, dan empati memungkinkan pemikir desain untuk mengesampingkan asumsi mereka sendiri tentang dunia untuk mendapatkan wawasan tentang pengguna dan kebutuhan mereka.
2. Define
Informasi yang didapatkan dari observasi kita pada tahap empathize, kemudian dapat kita olah dan analisis untuk mengidentifikasi masalah inti yang harus diselesaikan oleh perusahaan. Rumusan masalah yang semula terlalu company-centered dapat diolah menjadi rumusan masalah yang lebih human-centered.
Sebagai ilustrasi, alih-alih mengidentifikasi masalah sebagai keinginan atau kebutuhan perusahaan seperti, “Kita perlu meningkatkan pangsa pasar produk makanan diantara remaja perempuan sebesar 5%,” cara yang lebih baik untuk mendafinisikan masalah adalah jadilah, “Gadis remaja perlu makan makanan bergizi agar dapat berkembang, menjadi sehat dan tumbuh.”
Tahap Define akan membantu para desainer dalam sebuah tim untuk mengumpulkan ide-ide hebat untuk membangun fitur, fungsi, dan elemen lain yang akan memungkinkan mereka untuk menyelesaikan masalah atau, paling tidak, memungkinkan pengguna untuk menyelesaikan masalah sendiri dengan tingkat kesulitan minimal.
3. Ideate
Di tahap inilah design thinker dapat mencari ide-ide untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan cara brainstorming dan teknik lainnya. kemampuan creative thinking dalam mengeksplorasi ide dan critical thinking dalam menilai ide alternatif dapat sangat membantu di tahap ini.
4. Prototype
Tim desain akan menghasilkan sejumlah versi produk yang murah dan diperkecil atau fitur spesifik yang ditemukan dalam produk, sehingga mereka dapat menyelidiki solusi masalah yang dihasilkan pada tahap sebelumnya. Prototype dapat dibagikan dan diuji dalam tim itu sendiri, di departemen lain, atau pada sekelompok kecil orang diluar tim desain. Ini adalah fase eksperimental, dan tujuannya adalah untuk mengidentifikasi solusi terbaik untuk setiap masalah yang diidentifikasi selama tiga tahap pertama. Solusi diimplementasikan dalam prototype, dan satu per satu, mereka diselidiki dan diterima, diperbaiki dan diperiksa ulang, dan ditolak berdasarkan pengalaman pengguna.
Pada akhir tahap ini, tim desain akan memiliki gagasan yang lebih baik tentang kendala yang melekat pada produk dan masalah yang ada, dan memiliki pandangan yang lebih jelas tentang bagaimana pengguna yang sebenarnya akan berperilaku, berpikir, dan rasakan ketika berinteraksi dengan bagian akhir produk.
5. Test
Pada tahap inilah produk finalnya dapat diproduksi sebagai hasil dari fase prototipe sebelumnya.
Apa itu Creative Thinking?
Creative thinking adalah kemampuan berpikir secara luas, bagi orang dengan kemampuan seperti ini mampu melihat dan memecahkan masalah dari berbagai sudut pandang serta mampu menciptakan sebuah solusi dengan ide-ide barunya. Creative thinking atau pola pikir kreatif sangat erat dengan kreativitas seseorang dalam melakukan analisa berbagai hal dan menjadi suatu hal baru.
Orang dengan cara pikir kreatif mampu melihat sesuatu dengan cara berbeda, lalu mencari dan menemukan ide sebagai solusi mengatasi permasalahan. Kemampuan ini biasanya dimiliki orang yang mampu mempertimbangkan sesuatu dari sudut pandang lain, setelahnya melakukan analisa berdasarkan informasi yang ditemukan dalam critical and creative thinking.
Kemampuan berpikir kreatif membawa seseorang bisa lebih mudah melewati berbagai tahapan berpikir dan proses analisis. Sehingga permasalahan yang dihadapi bisa dihadapi, sementara hal paling mencolok dari seorang dengan pemikiran kreatif adalah tidak terlalu terbebani dengan masalah yang dihadapi, meski mengubah cara pandang bahwa bisa menjadi tantangan untuk diselesaikan.
Kenapa Kemampuan Creative Thinking itu Penting?
Pada dasarnya kemampuan berpikir kreatif tergantung dari cara berpikir seseorang dan tentunya sejalan dengan kemampuan dalam memecahkan masalah. Ketika seseorang berkutat dengan satu cara untuk menyelesaikan suatu permasalahan, namun bagi orang dengan kreatif mampu memiliki berbagai cara yang dipakai memecahkan masalah dengan ide-ide cemerlangnya.
Apa itu creative thinking skills tak hanya berguna dalam kehidupan sehari-hari, namun juga sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk dalam dunia kerja, sekolah dan yang lainnya sehingga dapat menjadi modal soft skill yang dibutuhkan. Mengapa kemampuan berpikir kreatif perlu dimiliki? Berikut beberapa alasannya.
Pola berpikir kreatif memberi seseorang kesadaran diri, cara berpikir yang tak hanya menggunakan pikiran tetapi juga perasaan dan keyakinan. Guna mendapatkan bias yang memunculkan ide-ide cemerlang dengan beberapa faktor yang bisa dipertimbangkan. Secara tak langsung, hal ini membuat seseorang memahami diri sendiri dan apa yang diinginkan.
Membuat lebih percaya diri seseorang, cenderung tidak menyampaikan namun ide-ide yang seharusnya hanya tersimpan dalam kepala bisa disampaikan secara baik. Hal ini tentu berdampak pada tingkat kepercayaan diri, di mana ide tersebut dirasa mampu menjadi solusi atas masalah yang dihadapi.
Jenis-jenis Creative Thinking
Cara berpikir kreatif jenis divergent thinking membuat seseorang bebas memikirkan sebanyak mungkin ide berdasarkan imajinasi. Dalam proses berpikir, seseorang akan sering menggunakan fleksibilitas dan ide yang benar-benar berasal dari pemikiran. Hal ini kemudian dilakukan eksplorasi sebanyak mungkin mencari solusi untuk mengatasi masalah yang ada.
Merupakan jenis pemikiran yang membuat seseorang cenderung mencari ide lain ketimbang tergantung dengan satu ide yang sudah ada. Hal ini tidak ditujukan untuk membatasi pola pikir, namun membiarkan kondisi mengalir dan ide yang muncul memiliki hubungan dengan ide awal dan bisa memecahkan permasalahan.
Jenis pemikiran ini sangat berkaitan dengan inspirasi seseorang tersebut, bisa berasal dari mana saja termasuk imajinasi hingga sesuatu yang dilihat. Kemudian menimbulkan inovasi yang menjadi solusi menyelesaikan masalah yang dihadapi, kemudian dikembangkan dan menjadi ide yang benar-benar bisa dijadikan untuk menyelesaikan masalah.
Contoh creative thinking selanjutnya adalah system thinking yang pada umumnya jenis pemikiran ini melihat berkaitan antara satu ide dengan ide lainnya, pemikiran yang membuat seseorang dapat menyadari hal-hal yang ada di hadapannya. Saling terkait kemudian membentuk hal lebih besar, sehingga dapat menjadi solusi yang lebih efektif.
Jenis pemikiran ini berfokus pada hal yang sifatnya berupa keindahan dan nilai yang melekat padanya, aesthetic thinking membuat seseorang dapat menghasilkan atau menemukan hal-hal menyenangkan dan indah bagi mereka.
KONSULTASI GRATIS
0857-7612-5559 CS 1
0858-9165-8512 CS 2
0882-9037-8482 CS 3
Alamat Kantor:
CQCH+VMQ, Jl. Terapi Raya, RT.03/RW.19, Menteng, Kec. Bogor Bar., Kota Bogor, Jawa Barat 16111

.png)
Comments
Post a Comment