Design & Packaging Product


 DESIGN & PACKAGING PRODUCT






Daftar Isi : 


Apa itu Design & Packaging Product?


        Desain kemasan merupakan usaha kreatif dalam memproses suatu benda yang nantinya berfungsi sebagai pembungkus atau wadah dari suatu produk. Proses pembuatan desain mengacu pada rancangan untuk produk itu sendiri. Misalnya, bahan dasar kemasan, warna, jenis font, sampai elemen grafisnya.

        Zaman sekarang membuat desain pengemasan yang unik tidak cukup. Sebuah desain yang baik hendaknya juga punya nilai cerita yang dapat tersampaikan ke konsumen. Secara tidak langsung, kemasan pada akhirnya harus mampu memberi pengalaman ke konsumen melalui sentuhan, penglihatan, ataupun bau.

        Dengan kompleksitas sebuah desain packaging produk tersebut, sangat wajar jika pada akhirnya banyak produsen mencurahkan banyak waktu dan tenaga untuk rancangan desain. Bukan cuma persoalan memenangkan hati para konsumen, tetapi juga menyampaikan pesan penting hingga ke hati mereka.


Tujuan dari Design & Packaging Product


        Tujuan utama dari desain produk dalam konteks industri adalah membantu atau memudahkan pengembangan sebuah produk agar sesuai dengan tujuan atau konsep pembuatannya. Konsep ini bisa berkaitan dengan nilai fungsional yang dilihat dari sisi konsumen atau pengguna hingga faktor perhitungan produksi dari sisi produsen.

        Kemasan produk  memiliki bermacam-macam tujuan, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

a) Physical Production yang artinya kemasan memiliki tujuan untuk melindungi produk dari getaran, suhu, guncangan, atau tekanan.

b) Barrier Protection yang artinya penggunaan kemasan bertujuan untuk melindungi dari hambatan, oksigen, uap air, atau debu.

c) Containment or Agglomeration adalah suatu benda yang dikelompokkan dalam satu paket sehingga proses transportasi dan penanganannya lebih efisien.

d) Reducing Theft, yaitu kemasan yang tidak dapat ditutup kembali atau kemasan yang akan rusak secara fisik, ini digunakan untuk menghindari tindakan pencurian ketika produk ada dalam perjalanan.

e) Convenience, yakni fitur yang menambah kenyamanan dalam proses distribusi, penanganan, penjualan, pembukaan, penutupan kembali, penggunaan, digunakan kembali, dan tampilannya.

f) Marketing yaitu kemasan dan label yang bertujuan untuk memasarkan produknya dan mengajak konsumen membeli produk tersebut.


Apa Saja Fungsi dari Design & Packaging Product


        Desain packaging harus mewakili kebutuhan produsen ke konsumen. Kebutuhan maksudnya adalah seberapa menarik buat konsumen, siapa yang akan membeli produk tersebut, dan pesan atau info tersirat apa yang bisa konsumen dapatkan.

Secara umum, fungsi dari desain packaging produk adalah sebagai berikut:

        Rincian tentang produk biasanya tampil pada informasi produk sehingga konsumen lebih mudah membaca sekaligus memahaminya. Citra produk juga dapat terlukis lewat visual yang ada pada kemasan.

        Dalam hal ini, desain secara tidak langsung mempengaruhi branding produk. Dalam sekali lihat, konsumen dapat mengetahui identitas produk tanpa harus membaca semua info pada keamsan.

        Kadang ada produk yang sebenarnya secara kualitas biasa-biasa saja, tetapi mudah menjadi hits karena pengemasan yang menarik. Desain menjadi kunci penting dalam faktor estetika untuk menjaring lebih banyak konsumen.

        Untuk memenangi persaingan bisnis yang ketat, desain pada pengemasan produk haruslah kuat. Tujuannya adalah menjaga brand image untuk waktu lebih lama. Tentu saja produsen perlu melakukan review desain berkala, terutama jika ingin rebranding.


Ada juga fungsi lain dari design & packaging product, yaitu: 

        Fungsi ini berkaitan dengan proteksi pada produk, perbedaan iklim, prasarana transportasi, dan      saluran distribusi yang berdampak pada pengemasan. Dengan penggunaan kemasan yang mampu        melindungi, konsumen tidak perlu mengkhawatirkan produk yang diterima akan rusak atau cacat.        Fungsi protektif juga bisa menjadi jawaban pertanyaan “Apa fungsi kemasan terkait dengan                    pengemasan produk?” yang sering muncul ketika membahas kemasan produk.

    Untuk mempermudah dalam melakukan proses promosi, perusahaan akan mempertimbangkan      kecenderungan konsumen terhadap beberapa aspek seperti warna, ukuran, serta penampilan produk.



Perbedaan Design & Packaging Product


        Desain adalah rencana atau spesifikasi untuk konstruksi suatu objek atau sistem atau untuk implementasi suatu kegiatan atau proses atau hasil dari rencana atau spesifikasi tersebut dalam bentuk prototipe, produk, atau proses. Kata kerja to design mengungkapkan proses pengembangan sebuah desain. Sedangkan, Packaging Product merupakan usaha kreatif dalam memproses suatu benda yang nantinya berfungsi sebagai pembungkus atau wadah dari suatu produk. Proses pembuatan desain mengacu pada rancangan untuk produk itu sendiri. Misalnya, bahan dasar kemasan, warna, jenis font, sampai elemen grafisnya.



Prinsip dalam Design Packaging Product


        Bentuk desain dan warna yang jelas jauh lebih menguntungkan produsen daripada desain yang terlalu kompleks. Prioritaskan kesederhaan dalam desain, misalnya dari segi warna, elemen, bahkan bentuk huruf. Pasalnya, produsen cuma punya waktu empat hingga lima detik untuk menarik hati konsumen.
        Percuma memiliki produk dengan pengemasan unik dan terlihat mewah, tetapi informasi yang tercantum pada kemasan sangat sedikit. Hati-hati, beberapa produsen sering tersandung pada mementingkan kemasan meriah dan kompleks, namun lupa akan fungsi kemasan sebagai media komunikasi.

        Prinsip berikutnya ini juga kerap produsen lupakan, terutama untuk produk-produk makanan. Junjung tinggi kejujuran untuk konsumen. Maksudnya, gunakan visual gambar produk yang sebenarnya, bukan yang memanfaatkan editing berlebihan sehingga produk tampak lebih bagus.
        Ingat, konsumen dapat sangat kecewa ketika visual produk pada kemasan ternyata tidak sesuai atau bahkan jauh dari realita yang mereka terima. Melakukan ketidakjujuran pada desain pengemasan dapat berujung pada menurunnya citra produk dan hilangnya kepercayaan konsumen.

        Akibat makin ketatnya persaingan dalam produk, tidak sedikit produsen memilih membuat desain kemasan yang mirip dengan kompetitor. Tujuannya bisa jadi untuk mengecoh konsumen saat hendak membeli. Strategi ini memang cukup efektif, apalagi jika kemiripan nyaris sulit dibedakan dalam beberapa detik pertama.
        Sayangnya, hal ini jelas tidak sejalan dengan prinsip desain. Sebuah desain harus autentik alias tidak menjiplak. Gunakan prinsip ATM (amati, tiru, modifikasi) dalam merancang sebuah desaih pengemasan. Berikan pembeda dan keunikan pada kemasan, bukan meniru kemasan produk lain.

        Sebelum membuat desain final, produsen mesti membayangkan penampakan produknya saat dijejerkan dengan produk sejenis. Apakah produk tersebut terlihat lebih mencolok? Apakah produk tersebut berpotensi membuat calon pembeli berhenti sejenak, lalu mengambilnya?
        Oleh sebab itu, sangat penting untuk membuat kemasan yang unik dan menarik. Nilai dari keunikan ini dapat produsen ambil dari berbagai aspek, misalnya warna atau ilustrasi produk pada kemasan. Sedot perhatian konsumen sejak awal melihat produk tanpa perlu berpikir panjang untuk membelinya.

        Dalam rancangan desain pengemasan, bahan packaging juga tidak boleh produsen abaikan. Jauh sebelum membuat desain semenarik mungkin, produsen harus memilih bahan pengemas yang menjamin keamanan konsumen. Artinya, bahan tersebut mesti sudah masuk kategori food grade.
        Maka, memberikan jaminan keamanan pangan pada konsumen juga wajib masuk checklist para produsen saat mendesain kemasan. Bahan berkualitas juga sebenarnya mempermudah proses cetak kemasan. Desain yang ada pun dapat tercetak bagus.





Bagaimana Design Product yang baik?


Setiap komponen desain harus memiliki tujuan. Harus ada gunanya. Jika tidak ada, Anda harus mempertimbangkan dengan sangat serius apakah elemen tersebut harus disertakan dalam desain atau tidak. 


Sebagai seorang desainer produk, Anda perlu fokus pada fungsi daripada fitur. Sangat mudah bagi produk hebat untuk terjebak dengan terlalu banyak lonceng dan peluit. Sebagai seorang desainer, Anda mungkin akan senang melihat betapa serbaguna desain Anda. Pikirkan tentang tujuan produk Anda. Apa pernyataan misi Anda? Apa mandat Anda sebagai desainer?


Tujuannya agar produk Anda menjadi populer sehingga orang akan membelinya. Artinya, perusahaan harus bersaing dalam lingkungan pasar yang kompetitif. Sangat jarang ada produk yang berhasil sebagai jack of all trade. Untuk menyudutkan ceruk pasar, Anda ingin fokus pada satu kebutuhan konsumen dan Anda ingin menawarkan cara terbaik bagi konsumen untuk memuaskannya.


Setiap produk yang sukses menjadi populer karena memecahkan masalah yang ada. Jika produk Anda tidak memecahkan masalah, maka itu menjadi sebuah karya seni - dan mungkin bukan salah satu galeri yang akan tertarik. Masalahnya harus menjadi masalah yang ada, harus sesuai dengan kebutuhan yang sudah dirasakan .

Proses desain harus dimulai dengan masalah dunia nyata tertentu dan harus berkembang dari sana dengan tujuan mengatasinya.


Tampilan dan nuansa produk konsumen sama pentingnya dengan desain yang baik sebagai fungsionalitas. Ini berlaku untuk perangkat lunak dan produk digital seperti untuk perangkat keras dan barang berwujud. Seorang desainer yang baik haruslah memiliki rasa estetika. Ini adalah salah satu area di mana desainer industri menunjukkan nilai mereka.


Hal-hal kecil memang penting. Sesuaikan, bentuk, poles - meskipun hal-hal ini mungkin tidak langsung menarik perhatian orang, efek kumulatif dari banyak ketidaksempurnaan dapat membuat semua perbedaan di dunia. Mendapatkan detail yang benar benar-benar dapat membuat konsumen terkesan, terutama di era produksi massal dan barang sekali pakai yang murah. Jika Anda memperhatikan detailnya, pembeli akan menyadarinya.


Pengguna harus dapat dengan cepat dan intuitif memahami bagaimana sebuah produk seharusnya bekerja. Anda tidak dapat menjamin bahwa mereka akan selalu menggunakannya seperti itu, tetapi Anda perlu memastikan bahwa produk Anda tidak rumit untuk digunakan.


Agar siapapun tertarik dengan produk Anda, produk itu harus inovatif, dan harus inovatif dalam cara yang dapat terhubung dengan konsumen. Anda harus memiliki sudut pandang.


Desain yang bagus itu abadi, dan jika Anda mendesain produk dengan baik, itu akan bertahan dalam ujian waktu. Produk tahan lama lebih berharga bagi konsumen, lebih baik bagi planet ini, dan merupakan bukti keterampilan perancang. Pikirkan semua barang vintage hebat yang Anda miliki di rumah atau saat tumbuh bersama. Barang antik, pakaian vintage, mobil tua - benda-benda ini masih bersama kita sampai sekarang karena orang yang merancangnya membuatnya tahan lama. Desain yang bagus tidak pernah ketinggalan zaman.


Saat mengerjakan desain Anda, penting untuk diingat bahwa fase akhir dari proses desain dapat menyita sebagian besar waktu dan usaha Anda. Mendapatkan produk dari hampir selesai hingga sepenuhnya selesai mungkin hanya 10% dari desain, tetapi ini dapat menghabiskan 50% energi Anda. 



        Nah, itu dia penjelasan  tentang Design & Packaging Product semoga pembahasan dan informasi yang disampaikan dapat bermanfaat ya.


KONSULTASI GRATIS
0857-7612-5559 CS 1
0858-9165-8512 CS 2
0882-9037-8482 CS 3

Alamat Kantor:
CQCH+VMQ, Jl. Terapi Raya, RT.03/RW.19, Menteng, Kec. Bogor Bar., Kota Bogor, Jawa Barat 16111








Comments

Popular posts from this blog