Brand & Branding
BRAND & BRANDING
Daftar Isi :
Hallo, Sobat WMB !
Dalam bidang pemasaran, ada perbedaan brand dan branding yang harus dipahami oleh tim terlibat. Pemahaman secara teori membantu memperlancar praktik supaya setiap rencana dapat tersusun secara rapi dan tujuan bisa diraih sesuai perencanaan.
Sebelum membahas keduanya secara rinci, perlu diketahui bahwa antara brand maupun branding memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bisnis. Semakin matang keduanya, maka akan semakin mudah untuk sebuah bisnis bergerak maju dan bersaing dengan para kompetitor.
Apa itu Brand?
Brand adalah aset tidak berwujud yang membantu orang mengidentifikasi perusahaan tertentu dan produknya. Logo, slogan atau tanda pengenal lainnya merupakan cara untuk mempromosikan brand atau merek.
Ketika digunakan bersama-sama, alat-alat ini menciptakan identitas merek. Pemasaran yang sukses dapat membantu menjaga merek perusahaan tetap di depan dan di tengah pikiran orang. Ini bisa menjadi perbedaan antara seseorang yang memilih merek Anda daripada merek pesaing.
Sebuah merek dianggap sebagai salah satu aset yang paling berharga dan penting bagi sebuah perusahaan. Bahkan, banyak perusahaan yang sering disebut dengan mereknya, yang artinya merek seringkali tidak dapat dipisahkan menjadi wajah atau citra perusahaan.
Apa itu Branding?
Sebelum masuk ke pembahasan apa saja perbedaan brand dan branding, mari pahami terlebih dahulu apa itu branding. Berdasarkan akhiran katanya, ing (dalam bahasa Inggris) berarti sebuah tindakan atau kata kerja.
Train of Thought menyebutkannya sebagai sebuah tindakan untuk menciptakan sebuah merek. Penciptaan merek melibatkan beberapa hal, seperti profil perusahaan, layanan dan produk yang diberikan, penentuan nama, perancangan identitas produk, dan standarisasi.
Menurut Kotler (2009), branding merupakan nama, istilah, tanda, simbol, rancangan atau kombinasi dari semuanya yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa atau kelompok penjual dengan untuk membedakannya dari barang atau jasa pesaing.
Sedangkan menurut Landa (2006), pengertiannya bukanlah sekedar merek atau nama dagang dari sebuah produk, jasa, atau perusahaan.
Namun semuanya yang berkaitan dengan hal-hal yang kasa mata dari sebuah merek mulai dari nama dagang, logo, ciri visual, citra, kredibilitas, karakter, kesan, persepsi, dan anggapan yang ada di benak konsumen perusahaan tersebut.
Lambat laun definisi branding semakin berkembang hingga kini didefinisikan sebagai kumpulan kegiatan komunikasi yang dilakukan perusahaan dalam rangka proses membangun dan membesarkan brand.
Bagi perusahaan hal ini bukan hanya sekedar merek atau produk Anda dikenal tetapi juga sebagai image perusahaan secara keseluruhan atau bagaimana masyarakat merasa bahwa perusahaan Anda merupakan yang terbaik.
Tujuan akhirnya adalah memperkenalkan identitas merek bisnis melalui visual atau logo tertentu kepada khalayak. Bagi beberapa orang, mungkin membeli merek apa saja tidak dipermasalahkan, tetapi bagi sebagian lainnya justru merek menjadi acuan nomor satu.
Sekarang, mari ikuti kami untuk membahas lebih jauh terkait perbedaan brand dan branding karena Anda sudah paham dengan salah satu istilahnya. Sebagai contoh, branding yang berhasil adalah merek-merek tas terkenal dan mewah dari Perancis di dunia Internasional.
Perbedaan Brand dan Branding
Untuk menemukan perbedaannya, lebih dulu mari bahas apa itu brand, supaya pemahamannya berimbang. Seperti namanya, brand atau merek merupakan persepsi yang diberikan oleh pelanggan terhadap sebuah produk, layanan, serta atribut perusahaan.
Secara lebih lanjut, keberhasilan perusahaan dalam memangun citra baik ini mempengaruhi pandangan pelanggan terhadap perusahaan tersebut. Dalam sebuah icon akan terwujud sebuah visi, misi, hingga tujuan perusahaan. Jadi, butuh perumusan jangka panjang.
Kemudian, apa perbedaan brand dan branding? Banyak yang mengira bahwa brand merupakan merek. Sementara itu, branding sudah jelas merupakan sebuah upaya untuk menciptakan image baik sebuah perusahaan atau sebuah bisnis yang dijalankan.
Namun, brand yang untuk selanjutnya kami sebut merek, merupakan alat pemasaran. Jadi, harus dibedakan antara alat pemasaran dengan tindakan pemasaran. Atau bisa diibaratkan juga sebagai bentuk aset untuk merek dan investasi untuk tindakan pemasarannya.
Ketika telah berhasil membangun citra baik perusahaan maupun produk, orang akan lebih mudah melakukan seleksi barang di pasaran. Sebab kepercayaan terhadap merek tertentu sudah kuat, maka orang justru cenderung menanyakan apakah merek itu tersedia atau tidak.
Sementara itu, untuk memahami perbedaan brand dan branding, mari sepakati bersama bahwa tindakan pemasaran sama dengan bentuk investasi. Ini artinya, yang dilakukan saat ini tujuannya untuk jangka panjang, bisa 10, 20, bahkan 30 tahun dan lebih lama lagi.
Kedua hal yang sedang kami bahas di sini memiliki ranah berbeda, di mana salah satunya kata benda dan lainnya adalah kata kerja. Namun, keduanya berkaitan erat karena tidak akan tercipta citra baik perusahaan tanpa melakukan upaya tepat di lapangan.
Sebaliknya, sebuah upaya tindakan pemasaran tidak akan berjalan lancar apabila tidak ada teori tepat terkait bahan yang dipasarkan. Intinya, keduanya saling berhubungan erat dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
Jika Anda sudah memahami perbedaan brand dan branding secara teori dan ingin menciptakan citra baik perusahaan, Anda bisa menggunakan jasa digital branding. Menggunakan jasa profesional jauh lebih menjanjikan untuk memberikan masa depan cerah bagi bisnis.
Unsur-Unsur Sebuah Brand
Ketika menciptakan sebuah identitas merek, perusahaan dengan pendiri lebih dari satu orang pasti membutuhkan kesepakatan dari banyak kepala. Representasi perusahaan dalam bentuk visual yang simple harus kuat dan mampu menyampaikan pesan secara lengkap.
Lantas, apa saja unsur-unsur pembentuk sebuah identitas merek? Kami mencoba menulisnya satu per satu untuk Anda:
1. Logo
Logo merupakan ciri khas paling utama yang akan dilihat semua orang dari sebuah bisnis. Unsur brand yang satu ini merupakan salah satu alat pemasaran terbaik di antara berbagai jenis alat lainnya. Sebelum memahami lebih jauh terkait perbedaan brand dan branding, bisnis harus memiliki logo.
2. Warna
Warna juga ternyata berpengaruh terhadap psikologis para pelanggan untuk mau atau tidak mau membeli produk. Contoh, penjualan makanan beku lebih sering menggunakan warna merah, kuning, dan oranye. Ternyata, secara psikologis, warna-warna tersebut memberikan rasa lapar kepada yang melihatnya. Tidak heran jika banyak pengusaha frozen food menggunakan kombinasi warna tersebut.
3. Bahasa
Bahasa atau slogan untuk sebuah produk akan melekat di ingatan setiap pelanggan selama berhasil memilih kombinasi kata yang unik. Semakin unik, baik dari komposisi kata maupun nada khasnya, maka semakin besar peluang produk laku keras di pasaran.
4. Konsistensi
Terakhir, untuk memahami perbedaan brand dan branding, maka hal yang harus dilakukan dalam penciptaan alat pemasaran adalah konsistensi. Artinya, ketika Anda merumuskan sebuah logo, maka sebaiknya dipikirkan jangka panjangnya seperti apa. Akan lebih mengena di hati para pelanggan ketika sebuah logo tidak memiliki perubahan sama sekali. Ketiadaan perubahan ini menunjukkan bahwa sejak awal, perumusan logo tersebut dibuat sematang mungkin sehingga seluruh representasi bisnis tertuang di dalamnya.
Jenis-Jenis Branding
Setelah memahami apa saja instrumen yang dibutuhkan dalam pengaplikasian alat pemasaran, sekarang mari pahami apa saja jenis-jenis dari tindakan pemasaran. Ada tiga hal yang akan membuat Anda semakin paham perbedaan brand dan branding, yakni:
1. Product
Jenis pertama merupakan jenis yang paling sering dilakukan dan ditemukan di masyarakat. Implementasi dari jenis ini sudah jelas, yakni menciptakan citra sebaik mungkin dari sebuah produk dengan tujuan agar dibeli oleh banyak orang dan mampu menyaingi kompetitor.
Bentuk pembentukan citra baik ini biasanya menyentuh kelebihan produk, manfaat yang bisa diberikan, serta berbagai hal positif lainnya. Pembentukan citra baik dari produk bisa membantu pemasaran lebih banyak karena langsung melekat pada barangnya.
2. Personal
Personal branding lebih sering digunakan oleh profesi khusus yang memang butuh membangun citra baik di masyarakat. Sebagai contoh, profesi paling berpengaruh di Indonesia adalah selebriti.
Sebagai bahan memahami perbedaan brand dan branding, kami berikan contoh image yang terbentuk dari pasangan fenomenal Lesti dan Rizky Billar. Keduanya berhasil membuat publik kagum sebagai pasangan suami istri, tetapi tidak bertahan lama karena kasus KDRT.
3. Corporate
Terakhir, citra baik sebuah perusahaan atau corporate. Penilaian masyarakat terhadap baik atau tidak baiknya sebuah perusahaan didasarkan pada pelayanan, profil perusahaan, serta produk yang dikeluarkan.
Sebagai contoh, perusahaan startup dengan lingkungan kerja nyaman untuk karyawan secara tidak langsung merupakan upaya corporate branding ke masyarakat. Contoh lain, sebuah perusahaan besar tidak bertanggung jawab atas bencana lumpur Sidoarjo, contoh tersebut merupakan sebuah kegagalan pembentukan citra baik. Sampai sini, tentu Anda sudah lebih banyak memahami perbedaan brand dan branding secara tepat.
Manfaat Brand dan Branding
Terlepas dari adanya perbedaan brand dan branding, kedua hal memiliki manfaat yang saling berkaitan. Brand digunakan untuk membangun persepsi masyarakat mengenai suatu perusahaan, sebab brand didasari atas tujuan dan standar mutu perusahaan.
Penggunaan brand bisa menyimbolkan harapan besar dari perusahaan dan pandangan masyarakat mengenai harapan tersebut. Sementara itu, branding memiliki manfaat untuk meningkatkan loyalitas dari konsumen.
Branding yang baik juga busa digunakan untuk menetapkan harga jual yang lebih tinggi. Branding yang unik dan kreatif juga mampu membuat sebuah brand lebih cepat dikenal dan diterima oleh masyarakat. Agar dapat membangun branding yang baik, suatu perusahaan harus terhubung dengan media sosial. Tak bisa dipungkiri bahwa media sosial memegang peranan penting dalam menyebarluaskan informasi ke publik.
Selain itu, branding tidak hanya berkaitan dengan promosi sebuah brand. Perusahaan juga bisa memberikan nilai lebih pada masyarakat di luar kegiatan bisnisnya. Contohnya, mengadakan kegiatan sosial atau corporate social responsibility (CSR) untuk lebih mendekatkan brand perusahaan kepada masyarakat. Pada intinya, brand dan branding adalah bagian penting dalam sebuah bisnis yang jika dimaksimalkan akan mampu mendorong kesuksesan usaha.
Maka dari itu, mengetahui perbedaan brand dan branding serta mengaplikasikannya merupakan hal utama yang harus dipersiapkan sejak awal, bahkan sebelum kegiatan bisnis itu sendiri dimulai.
KONSULTASI GRATIS
0857-7612-5559 CS 1
0858-9165-8512 CS 2
0882-9037-8482 CS 3
Alamat Kantor:
CQCH+VMQ, Jl. Terapi Raya, RT.03/RW.19, Menteng, Kec. Bogor Bar., Kota Bogor, Jawa Barat 16111


Comments
Post a Comment